Finance

Binomo ngeyel, diblokir malah bikin website baru

SAZFHI Indonesia – Binomo sedang viral di dunia maya. Binomo adalah salah salah satu website penyedia jasa investasi trading. Ko

Binomo sendiri viral setelah iklan produknya ramai diperbincangkan di dunia maya. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria yang mengaku sukses dan kaya raya karena Binomo.

Slogannya adalah : “Jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Dan Anda adalah salah satu dari mereka.”

Namun tidak disangka, ternyata legalitas Binomo tidak jelas. Bahkan, pemerintah pun sudah memblokir situs utama dari website Binomo yaitu binomo.com dan binomo.net.

Dua situs tersebut masuk ke dalam daftar 58 domain entitas ilegal yang disusun oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Bappebti pun juga sudah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir website – website entitas tersebut.

Namun, sepertinya Binomo ngeyel. Setelah diblokir, kini Bappebti menyatakan telah menemukan website baru Binomo.

Binomo Dicap Ilegal, Websitenya Diblokir

Kepala Bappebti Tjahya Widayanti menyebut bahwa Binomo dan 58 entitas lainnya masuk ke dalam entitas investasi ilegal. Dia mengungkapkan entitas ini sering menawarkan investasi bodong berkedok forex. Tjahya juga menilai, entitas-entitas tersebut menjanjikan keuntungan tetap yang tidak wajar.

“Entitas-entitas tersebut biasanya menawarkan investasi berkedok forex yang menjanjikan keuntungan tetap atau bisa dibilang fixed income di luar kewajaran dalam berbentuk paket-paket investasi seperti Paket Gold, Platinum dan sebagainya untuk menarik korbannya” ucap Tjahya lewat keterangan resminya yang dikutip dihari Minggu tanggal (24/11/2019).

Tjahya juga sudah membenarkan bahwa Bappebti telah melakukan pemblokiran pada dua situs Binomo yaitu binomo.com dan binomo.net. Pemblokiran tersebut bahkan telah dilakukan sejak tanggal 8 Oktober 2019.

“Bappebti telah melakukan pemblokiran website Binomo yang berdomain binomo.com dan binomo.net melalui Surat Dinas ke Kominfo No. 392/BAPPEBTI.2/10/2019 pada tanggal 8 Oktober 2019,” ungkap Tjahya lewat pesan singkat kepada situs detikcom.

Tak Punya Izin Usaha, Binomo Melanggar Aturan

Tjahya menyatakan bahwa Binomo tak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka. Hal ini membuat Binomo melanggar Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997.

Tjahya menegaskan, meskipun Binomo mengklaim menjadi anggota kategori ‘A’ di salah satu institusi keuangan internasional, Binomo tetap dinilai ilegal.

“Meskipun Binomo mengaku menjadi anggota Komisi Finansial Internasional Kategori “A”, namun dalam melakukan kegiatannya tidak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka dari Bappebti sebagaimana diatur melalui Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997,” ungkap Tjahya.

Dia mengatakan bahwa Binomo telah diblokir agar menghindari kerugian masyarakat yang diakibatkan oleh program investasi yang dilakukannya.

“Binomo diblokir untuk menghindari kerugian masyarakat yang diakibatkan oleh pelanggaran di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi,” kata Tjahya.

Ngeyel! Binomo Bikin Situs Baru

Nampaknya Binomo masih ngeyel. Tjahya menyatakan meskipun sudah diblokir, pihaknya menemukan fakta bahwa muncul kembali situs baru binomo, yaitu binomo.org.

“Berdasarkan pemantauan dari Bappebti pada hari Sabtu, tanggal 23 November 2019 diketahui bahwa masih terdeteksi Binomo dengan menggunakan domain yang baru yaitu binomo.org,” ucap Tjahya.

Tjahya menegaskan bahwa pihaknya pun akan segera menindak domain website Binomo yang terbaru. Pemblokiran menurutnya akan segera dilakukan.

“Untuk domain binomo.org tersebut, Bappebti akan sesegera mungkin melakukan pemblokiran kembali,” ujar Tjahya.

RajaBackLink.com
Tags

ৡۜ͜SAZFHI ID

Aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak harus dilakukan. Tapi, bila harus dilakukan maka akan segera kuselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close

AdBlock Terdeteksi

Silakan matikan AdBlock anda untuk membaca artikel ini.